Senin, 29 Oktober 2012

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat


 

A.     Pengertian Sistem

Sistem adalah suatu kesatuan dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling bekerja sama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan kesatuan yang utuh.

B.     Unsur-Unsur Sistem

                Berikut adalah beberapa unsur sistem, antara lain sebagai berikut.
·    Satu kesatuan dari berbagai unsur.
·    Unsur-unsur tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri.
·    Saling berhubungan dan saling ketergantungan.
·    Semuanya untuk mencapai tujuan bersama.
·    Terjadi pada lingkup yang kompleks.

C.     Hubungan Pancasila dengan Sistem

Hubungan pancasila dengan sistem dapat diuraikan seperti berikut ini.
1)    Mengandung berbagai unsur yang berbeda (terdiri dari 5 sila)
2)    Membentuk satu kesatuan
3)    Sila-sila tidak berdiri sendiri
4)    Saling berkaitan, saling berhubungan
5)    Mencapai tujuan tertentu (dasar negara, sumber hukum, dll)
6)    Tidak boleh di bolak-balik
Kesatuan pancasila sebagai suatu sistem dapat dijelaskan sebagai berikut:
·    Sila I meliputi dan menjiwai sila II, III, IV dan V.
·    Sila II diliputi dan dijiwai sila I, dan meliputi dan menjiwai sila III, IV dan V.
·    Sila III diliputi dan dijiwai sila I dan II, dan meliputi dan menjiwai sila IV dan V.
·    Sila IV diliputi dan dijiwai sila I, II dan III, dan meliputi dan menjiwai sila V.
·    Sila V diliputi dan dijiwai sila I, II, III dan IV.

D.    Cara Berfikir Filsafati

1)    Bersifat komperehensif (menyeluruh)
2)    Radikal (berfikir sampai ke akar-akarnya)
3)    Sistimatis (tersusun secara baik dan tidak saling bertentangan)
4)    Koheren (runtut)

E.     Pengertian Filsafat dan Sistem Filsafat

Sistem filsafat merupakan suatu unsur yang terdiri dari bagian-bagian dan tidak saling bertolak belakang namun salin melengkapi sehingga mewujudkan keutuhan mendalam, bertanggungjawab bagi diri sendiri maupun orang lain.
Arti dari filsafat secara etimologi (bahasa) berasal dari (Arab=filsafat), (Inggris=philosophy), (Latin=philosophia), kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.
Filsafat memiliki cakupan yang luas, setiap orang bebas memandang filsafat dari mana saja. Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencari kebenaran asli. Filsafat cinta pada kebijaksanaan, fikir yang mendalam, perenungan yang sistematis, logis fundamental, dan radikal tentang sesuatu yang ada dan mungkin ada.
Filsafat tersusun dalam susunan yang sistematis dan berisi hal-hal yang diselidiki secara menyeluruh. Pengertian filsafat secara umum dapat dijabarkan sebagai berikut.
1)    Ada macam-macam definisi berbeda-beda.
2)    Memiliki cakupan yang sangat luas.
3)    Dapat dipandang dari segi mana saja.
4)    Berbeda dengan ilmu pengetahuan lainnya.
5)    Ilmu pengetahuan cakupannya bidang-bidang tertentu, filsafat sangat umum dan universal.
6)    Filsafat mempelajari hal-hal di seluruh dunia, baik yang abstrak maupun konkret.

F.      Pengertian Filsafat Ditinjau dari Aspek-Aspek

1)    Aspek Antologi
Adalah cabang yang mempelajari keberadaan atau eksistensi. Dari aspek ini pancasila meliputi persoalan tentang pembuktian dan kebenaran pancasila melalui asal usul terjadinya yaitu meliputi.
·      Causa Material
Pancasila dirumuskan sebagai kehidupan bernegara yang unsur-unsurnya sudah ada sejak dulu dalam adat-istiadat kebudayaan dan agama. Misalnya rembuk desa, gugur gunung, gotong royong, dll.)
·      Causa Formalis
Pancasila dirumuskan oleh pembentuk negara untuk merumuskan pertama lalinya pancasila sebagai dasar negara.
·      Causa Efisien
Sejak dirumuskan dan dibahas sampai proses pengesahannya sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945.
·      Causa Finalis
Asal mula dirumuskan pancasila sebagai dasar negara diwujudkan oleh panitia Sembilan yang  menghasilkan Piagam Jakarta.
2)    Aspek Epistemologi
Adalah dalam pancasila terletak pada bagaimana keafsahan pancasila sebagai ilmu pengetahuan dan ini terbukti pancasila telah memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan yaitu.
·      Memiliki objek yang khas
·      Milik masyarakat
·      Tersusun secara sistematis
·      Memiliki nilai kebenaran
·      Kebenaran disepakati bersama
·      Selalu dipertanyakan dengan skeptis.
3)    Aspek Aksiologi
Aksiologi membahas hakikai nilai. Nilai adalah sesuatu yang berharga, berguna, benar dan indah. Dalam pancasila terkandung implikasi moral yang terdapat dalam subtansi pancasila sebagai suatu nilai. Nilai-nilai yang terdapat pada pancasila akan memberikan pola bagi sikap perbuatan dan tingkah laku bagi bangsa Indonesia.
Nilai ketuhanan adalah nilai yang tertinggi, nilai kemanusiaan sebagai pengkhususan dari nilai ketuhanan. Kedua nilai ini tertinggi. Sila III, IV dan V merupakan nilai kenegaraan karena ketiganya berkaitan dengan negara.

 by : Dika Pramono (dik_pram19@yahoo.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar